Saya kira alasan kedualah yang paling kuat mendorong saya untuk membahas ini. Bayangkan saja orang Jakarta yang memilih hebohnya sampai di lembah Palu. Ahok ternyata magnet baru di Indonesia, mengalahkan Saskia Gotik, Saiful Jamil, atau Farhat Abas. Tapi tahu tidak apa judul link yang saya maksud di atas? “Muhammadiyah: Umat Islam HARAM Pilih Pemimpin Dari Golongan Kafir” milik eramuslim,com.
Monday, April 25, 2016
Ahok dan Perkelahian Dalam Kelas
Saya kira alasan kedualah yang paling kuat mendorong saya untuk membahas ini. Bayangkan saja orang Jakarta yang memilih hebohnya sampai di lembah Palu. Ahok ternyata magnet baru di Indonesia, mengalahkan Saskia Gotik, Saiful Jamil, atau Farhat Abas. Tapi tahu tidak apa judul link yang saya maksud di atas? “Muhammadiyah: Umat Islam HARAM Pilih Pemimpin Dari Golongan Kafir” milik eramuslim,com.
Thursday, March 31, 2016
Film dan Momentum
Topik saya kali ini adalah Film. Kenapa baru ditulis sekarang, bukankah dalam blog ini ada kolom khusus untuk film yang sudah berisi beberapa tulisan?
Kenapa sekarang. Karena saya hanya ingin mencocok-cocokkan momen saja. Seperti kebiasaan buruk saya selama ini, ide tulisan berhamburan dan berlari bebas tanpa ada keinginan kuat untuk mengikatnya dalam bentuk tulisan. Momen masih menjadi salah satu cara saya untuk mendongkrak semangat menangkap kembali dan mengikat ide-ide itu.
Film menurut Wikipedia adalah “gambar-hidup, juga sering disebut movie (pelesetan untuk frasa moving picture, 'gambar bergerak').” Wikipedia juga membahas tentang ragam genre – atau aliran atau bahasa sufinya tarekat – dalam film. Namun saya tidak tertarik membahas itu.
Wednesday, March 30, 2016
KOMUNIKASI YANG BIJAK: Antara Plato dan gelas-gelas kopi
“Wise men speak because they have something to say; Fools because they have to say something.” Saya tertarik memulai catatan ini dengan kutipan dari filsuf Yunani ternama Plato. Artinya kurang lebih seperti ini: Orang bijak berbicara karena ada sesuatu yang ingin mereka sampaikan; orang bodoh bicara hanya karena ingin mengatakan sesuatu. Dalam bahasa Indonesia dua kalimat ini mungkin sulit dibedakan, namun dalam konteks bahasa Inggris bias diartikan bahwa orang bodoh berbicara tidak mementingkan isi penyampaiannya, tapi hanya karena ia ingin berbicara saja.
Kutipan Plato di atas, menarik untuk dilihat dari kaca mata komunikasi. Kaitannya dengan apa yang saya akan bahas mungkin tidak terhubung secara langsung. Namun agar terlihat sedikit keren, saya tetap ingin mengutipnya. Apakah saya termasuk bijak atau bodoh, tergantung bagaimana pembaca melihatnya.
Awal Perkenalan Hingga Terseret
Awal milenium ketiga ini memang menjadi suatu yang spesial setidaknya bagi masyarakat Indonesia. Di era ini lonjakan teknologi informasi dan teknologi digital begitu jauh. Memasuki akhir dekade pertama Apple meluncurkan handphone pintarnya yang di Indonesia disusul Blackberry, Samsung dan beberapa brand lain.
Teknologi informasi juga menggeliat. Internet sudah bukan barang mahal dan eksklusif lagi. Hadirnya sosial media seperti facebook dan twitter menggantikan friendster pendahulunya semakin memeriahkan perayaan pesta kebebasan informasi. Kondisi ini semakin membuka mata masyarakat bahwa hal yang dulunya masih dibayang-bayangkan sudah hadir di depan mata. Dulu saya sendiri masih sebatas membayangkan saat orang berkata “Kecelakaan di Amerika atau kebakaran di Eropa hanya dalam hitungan detik sudah bisa kita ketahui di Indonesia.”
Tuesday, January 26, 2016
Saturday, January 23, 2016
TIMUR TENGAH: Sejak lama saya ingin menulisnya
Inilah topik paling seru sekaligus rumit yang sejak lama ingin saya tulis. Dimulai dari diskusi gelas-gelas kopi diawal 2005 hingga menjelang akhir 2006, tentang hancurnya Irak akibat invasi Amerika dua tahun sebelumnya, tentang hebohnya gaya kepemimpinan Ahmadinedjad, hingga kebengisan Israel terhadap Palestina. Timur Tengah selalu ramai dengan konflik, hingar bingar oleh trik dan intrik. Kesemrawutan ini juga yang membuat kita sulit membaca Timur Tengah. Siapa lawan, siapa kawan? Siapa kiri, siapa kanan? Saya pun sempat bingung mau mulai dari mana saking banyaknya hal "menarik" di sana.
Tapi meminjam istilah seorang teman, makin rumit Timur Tengah, makin asyik membacanya. Sebelum konflik yang melibatkan kekuatan luar, sejarah di wilayah ini pun sudah bertabur konflik internal. Membaca Timur Tengah memang asyik dan seru, asal kita tahu pemetaannya. Ceritanya lebih seru dari perjuangan Lufi untuk menjadi raja bajak laut dalam cerita One Piece. Kunci memahaminya ada di pemetaan kekuatan dan kepentingan.
Friday, January 8, 2016
Philosophy. Ilmu Kuno?
Akhirnya menulis lagi.
Di sela kesibukan saya sebagai notulen Rapat Kerja Tahunan (RKT) Yayasan Merah Putih (YMP), saya merasa ini waktu yang tepat untuk menyelesaikan projek tulisan saya yang sudah lama tertunda. Tulisan ini sebelumnya saya rencanakan untuk diselesaikan di awal 2013 lalu, kemudian tertunda. Tahun 2014 saya mendapat momentum saat seorang teman berkata “dalam agama filsafat itu ilmu yang terlarang dipelajari”, momentum itu kemudian terlewatkan karena semangat menulis saya belum utuh.
Subscribe to:
Posts (Atom)





