Wednesday, March 30, 2016

Awal Perkenalan Hingga Terseret


Awal milenium ketiga ini memang menjadi suatu yang spesial setidaknya bagi masyarakat Indonesia. Di era ini lonjakan teknologi informasi dan teknologi digital begitu jauh. Memasuki akhir dekade pertama Apple meluncurkan handphone pintarnya yang di Indonesia disusul Blackberry, Samsung dan beberapa brand lain.

Teknologi informasi juga menggeliat. Internet sudah bukan barang mahal dan eksklusif lagi. Hadirnya sosial media seperti facebook dan twitter menggantikan friendster pendahulunya semakin memeriahkan perayaan pesta kebebasan informasi. Kondisi ini semakin membuka mata masyarakat bahwa hal yang dulunya masih dibayang-bayangkan sudah hadir di depan mata. Dulu saya sendiri masih sebatas membayangkan saat orang berkata “Kecelakaan di Amerika atau kebakaran di Eropa hanya dalam hitungan detik sudah bisa kita ketahui di Indonesia.”

Dunia memang sedang memasuki masa perkembangan teknologi informasi yang pesat. Dan menariknya, masyarakat awam di kota-kota kecil hingga di pedesaan juga mulai mengkonsumsi dan merasakan manfaatnya. Saya sendiri bersentuhan pertamakali dengan internet sekitar tahun 2004 atau 2005 dimana telpon rumah masih terpasang. Diwaktu luang saya sering mencuri waktu untuk menyambungkan kabel telpon ke CPU Komputer untuk sekedar membuka google. Saat melakukan sambungan internet komputer mengeluarkan bunyi yang khas.

Tahun 2007 saya membuat email pertama. Dua tahun setelahnya yakni 2009 saya membuat akun facebook Ojan Rajawali yang hingga saat ini saya gunakan. Untuk ukuran kota-kota besar Indonesia saya mungkin terlambat berkenalan dengan internet namun untuk ukuran kota kecil seperti Palu, tahun 2005 sampai 2007 masih tergolong masa-masa awal generasi muda berkenalan dengan internet. Akhir tahun 2010 saya membuat blog Ojan Tolare dan merilis satu tulisan kemudian fakum. Di tahun yang sama saya juga membuat blog kompasiana dengan nama akun yang sama dengan akun facebook Ojan Rajawali. Kepindahan saya ke ibu kota Jakarta tahun 2011 membuat saya terdorong untuk kembali aktif merilis tulisan-tulisan di blog dan hampir tiap hari berselancar di dunia maya. Di tahun ini pula saya membuat akun twitter dengan nama Ojan Rajawali, namun entah kenapa saya tidak terlalu nyaman di sana.

Perkembangan teknologi informasi yang diikuti teknologi digital membawa perubahan yang banyak di masyarakat. Budaya, trend, hingga pola pikir berpindah dan terinstal sangat cepat, lebih dari apa yang pernah dibayangkan oleh peradaban sebelumnya.

Sayangnya itu belum diikuti dengan sikap yang bijak dalam mengolah informasi. Kemunculan istilah hoax atau berita palsu sangat berpotensi merusak bahkan membodohi masyarakat yang tidak bisa menyaring informasi yang – dengan sangat bebas berseliweran di internet. Pada pemilu presiden 2014 istilah tabayun atau kros cek muncul untuk membendung maraknya hoax.

Begitulah teknologi informasi menyeret semua yang bersentuhan dengannya kedalam arus yang serba cepat sekaligus kompleks. Saya termasuk beruntung berada di generasi ini, tepatnya di decade awal millennium ke tiga, karena bisa merekam dinamika yang terjadi di masyarakat. Akhrinya, baik saya maupun masyarakat kita pada umumnya sudah harus memulai proses pendewasaan dalam menerima informasi di internet. Siap atau tidak, kaget atau tidak, perkembangan teknologi saat ini berlari sangat kencang, dan tidak punya waktu untuk menoleh ke belakang menunggu kesiapan kita.
___
Ojan, Jl. Veteran, Palu, 21 Maret 2016
Foto ilustrasi diambil dari itom.es

1 comment:

  1. makanya harus cari perkenalan yang sesuai dengan pergaulan!

    yuk makanya harus sesuai juga promo nya kaya di shopee!

    https://shopee.co.id/pc_event/?smtt=1.3023&url=https%3A%2F%2Fshopee.co.id%2Fweb%2Fevents3%2Fcode%2F1825876784%2F%3Fsmtt%3D1.3023

    ReplyDelete