Thursday, September 11, 2014

Koalisi Tanpa Syarat: Titik Persinggungan





Menarik mengikuti perkembangan politik Indonesia saat ini. Banyaknya hal baru menjadikan ia menarik. Ruang bagi publik pun diperlebar, masyarakat semakin ingin terlibat, dari usulan nama-nama dalam komposisi kabinet baru nantinya hingga sebatas mendiskusikannya di warung-warung kopi. Untuk usulan nama dalam kabinet, kita bisa lihat situs-situs yang menampung aspirasi publik.

Namun namanya sesuatu yang baru, pasti menuai kontroversi, sebab lumrahnya kita akan merasa risih jika sebuah kebiasaan ditabrakkan dengan perubahan mendadak. Hal ini juga berlaku dengan budaya baru yang coba dibangun oleh presiden dan wakil presiden terpilih Jokowi-JK. Pernyataan paling anyar yang sedari awal dilontarkan Jokowi menjadi kunci polemik dan dinamika politik menjelang masa transisi. “Koalisi tanpa syarat” meniscayakan pemahaman politik non transaksional yang berarti tak ada jual beli posisi atau bagi-bagi kekuasaan dalam kabinet. Tak hanya itu Jokowi kembali menyatakan, “Ketua Partai tidak boleh jadi menteri.” Praktis hal ini memicu pandangan sinis baik dari kubu lawan maupun kubu pendukung.