Kita tentu ingat panasnya persaingan Pilpres 2014 lalu, dimana isu Ras dan Pribumi juga mengemuka. Jokowi diserang dengan isu Ras bukan pribumi. Bahwa ia berasal dari keluarga Tionghoa, gambar meme-nya pun masih banyak tersisa di internet.
Friday, October 20, 2017
PRIBUMI YANG MANA PAK ANIES?
Kita tentu ingat panasnya persaingan Pilpres 2014 lalu, dimana isu Ras dan Pribumi juga mengemuka. Jokowi diserang dengan isu Ras bukan pribumi. Bahwa ia berasal dari keluarga Tionghoa, gambar meme-nya pun masih banyak tersisa di internet.
Thursday, October 12, 2017
Saturday, September 16, 2017
Tuesday, September 12, 2017
Wednesday, September 6, 2017
PERINGATAN DINI IQ 200 SEKOLAM
Ada yang
menarik dari pernyataan Rocky Gerung, Dosen Filsafat Universitas Indonesia,
dalam forum Indonesian Lawyers Club (ILC) 29 Agustus 2017. Malam itu saya
bersama dua orang teman asyik nongkrong di warung kopi 212 Palu Barat.
Sebenarnya
yang menarik dalam forum itu adalah sosok Jonru Ginting. Sosok yang terkenal hidup
dari pernyataan-pernyataan kontroversinya di media sosial. Yang pernah berharap
ribuan followernya bisa menghadiri pelatihan penulisan yang ia buat, namun yang
datang hanya belasan orang.
Saya dan
teman nongkrong hanya senyum-senyum saat Jonru dan pembicara lain saling
serang. Namun saat Rocky Gerung berbicara kami mengangkat gelas kopi untuk
pindah ke meja kosong depan TV layar lebar di cafĂ© itu. “Ini malam yang mendebarkan untuk soal yang agak absurd” pernyataan
pembuka ini langsung menarik perhatian.
Monday, September 4, 2017
BAPER BAPER ROHINGYA
Rohingya
Akhirnya dibahas juga
Mau tidak mau, karena media sosial sementara baper-bapernya
dengan isu ini.
Tak jauh beda dengan isu Suriah, Yaman, Turki, dan wilayah
lain yang begitu cepat mendorong kita untuk mendandani foto profil dengan “Pray For…” atau "Save..." Satu kesamaan
dari reaksi cepat ini adalah sentimen agama. Dan memang sudah seperti itu tabiat kita, apa boleh
bikin.
Saturday, August 26, 2017
MUSASHI DIBALIK LAGA KLASIK INDONESIA - MALAYSIA
Meski isu
nasionalisme yang memudar sempat hangat di Indonesia, namun alam bawah sadar
orang Indonesia tetap mencintai negeri ini dengan segala atribut kebanggaannya. Lihat saja bagaimana orang Indonesia begitu tersinggung saat bendera negara ini
dicetak terbalik oleh Malaysia pada ajang olah raga Sea Games tahun 2017 ini.
Mereka yang
mendukung NKRI maupun simpatisan pendukung khilafah semuanya tersinggung. Presiden
didesak untuk mengambil tindakan tegas, bahkan di media sosial, sebagian
masyarakat meminta presiden Jokowi untuk mengumumkan perang terbuka dengan
Malaysia, seolah krisis Indonesia-Malaysia lebih genting dibanding Korea
Utara-AS.
Itulah uniknya Indonesia. Semua bisa serba mendadak. Mendadak Khilafah, mendadak religius, mendadak romantis, mendadak puitis, mendadak nasionalis, mendadak genting, mendadak ganteng, dan mendadak-mendadak lainnya.
Itulah uniknya Indonesia. Semua bisa serba mendadak. Mendadak Khilafah, mendadak religius, mendadak romantis, mendadak puitis, mendadak nasionalis, mendadak genting, mendadak ganteng, dan mendadak-mendadak lainnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)







