Thursday, August 29, 2013

Ziarah


telah ku tahu sebelum langkahku mendepak
mereka wajah
menerka sua
hingga mengenang sepotong bulan
takkan meluruh nelangsa

Sunday, August 4, 2013

Seribu


Deretan lampu memantul di permukaan air, jauh di bawah sana
Akankah mereka bersaksi?
Di belakangnya ribuan lagi berkedip
Mungkinkah mereka bertasbih?

Friday, August 2, 2013

Patok






Saat kerumunan awan masih menggelayut di ujung langit
Dan garis batas pelangi belum sepenuhnya tegas

Kau hadir

Kemunculanmu di sore yang masih ku anggap biasa itu
Ajaib
Pekikanmu melengking, menyentak sadar yang masih ragu
Mendesak butiran merjan yang selanjutnya dengan hebat ku lawan

Kau
Adalah makna baru yang belum sepenuhnya ku pahami
Apalagi ku mahiri

NIAT – yang terdengar – BAIK SAJA TIDAK CUKUP

Judul Buku    : The Will To Improve
Penulis           : Tania Murray Li
Penerjemah   : Herry Santoso dan Pujo Semedi
Terbit             : Jakarta: Marjin Kiri, Juli 2012
Kolasi            : 536 hal.
ISBN             : 978-979-1260-15-2

Membaca buku Tania Murray Li The Will To Improve kita seperti dibentangkan sejarah pembangunan dan perbaikan di Indonesia sejak zaman kolonial hingga kini. Jenuh, mungkin menjadi kesan yang dapat ditangkap saat membaca Pendahuluan yang begitu panjang dan menguras tenaga ditambah lagi dengan sejubal kutipan referensi.

Tuesday, July 9, 2013

Die Farbe des Ozeans: Empati yang tak terjelaskan


Empati dan rasa kemanusiaan, dua pesan kuat yang saya tangkap saat menonton film Die Farbe des Ozeans pada hari ke 2 festival film Jerman di gedung Madamba Pura RRI, Palu. Empati dan rasa kemanusiaan yang diharapkan dari polisi perbatasan, dari nelayan, dari pelancong, dan dari warga kepulauan Kanaria sendiri.

Die Brücke am Ibar: Tak ada tempat untuk cinta


Die Brücke am Ibar adalah menu film pertama yang saya tonton pada festival film Jerman yang diselenggarakan oleh Goethe Institute di Palu, akhir bulan lalu. Adalah Michaela Kezele, sutradara berdarah Serbia-Kroasia yang mencoba mengangkat kisah tentang persahabatan, cinta, dan kemanusiaan yang berlatar perang antara Serbia dan Albania pada tahun 1999.

Saounds of Heimat: Lebih dari sekedar informasi unik


Mengapa orang Jerman sudah semakin jarang bernyanyi? Ke mana saja semua lagu rakyat Jerman? Pemain musik Hayden Chisholm, orang Selandia Baru keturunan Skotlandia, berkeliling Jerman untuk mencari jenis musik yang rupanya hilang dari perbendaharaan orang Jerman: Musik rakyat sejati. Film perjalanan ini membawa Hayden dari Köln ke Bavaria, ke kawasan Vogtland dan Erzgebirge, ke tempat peringatan Buchenwald dan ke Flensburg.