Tuesday, July 9, 2013

Saounds of Heimat: Lebih dari sekedar informasi unik


Mengapa orang Jerman sudah semakin jarang bernyanyi? Ke mana saja semua lagu rakyat Jerman? Pemain musik Hayden Chisholm, orang Selandia Baru keturunan Skotlandia, berkeliling Jerman untuk mencari jenis musik yang rupanya hilang dari perbendaharaan orang Jerman: Musik rakyat sejati. Film perjalanan ini membawa Hayden dari Köln ke Bavaria, ke kawasan Vogtland dan Erzgebirge, ke tempat peringatan Buchenwald dan ke Flensburg.

Itulah penggalan sinopsis pendek dalam buku panduan Festival Film Jerman yang diselenggarakan Goethe Institute di Palu. Awalnya saya tidak begitu antusias menonton film yang diproduksi tahun 2011 ini. Tema yang diangkat terdengar seperti informasi-informasi unik dalam program-program televisi. Rasa ingin tahuku baru terpancing saat hilangnya musik tradisional Jerman dikaitkan dengan Nazi dan pemerintahan GDR (German Democratic Republic).

Berbekal Saxophone dan latar pengetahuan musik yang kuat, Chisholm mengunjungi wilayah-wilayah Jerman, pedesaan-pedesaan dengan landskap yang luar biasa indah, menemui seniman musik lintas generasi, bercerita dan bermain musik bersama mereka. Posisinya sebagai orang asing (bukan warga Jerman) membuat Chisholm lebih fleksibel untuk menilai fenomena yang ia temui.

Terdapat satu hal yang menarik, saat Chisholm mewawancarai seorang tua yang hidup dimasa rezim Nazi berkuasa. Dari wawancara itu terkuak bahwa salah satu alasan musik tradisional Jerman dilupakan karena selalu diidentikkan dengan Nazi. Kesalahan ini diperparah oleh kampanye anti musik tradisional oleh pemerintahan GDR saat itu.

Dalam perjalanannya, Chisholm menemui beragam sensasi musik, beragam semangat, beragam cerita dan kebanggan yang terpancar dari masing-masing mereka. Seketika saya sadar bahwa film dokumenter ini tidak hanya memuat informasi unik, tidak hanya sebatas musik, tapi juga rasa, jiwa, penghayatan sekaligus kebanggaan atas jati diri. Sebuah tema yang menurut saya relevan dengan kekinian saya.


Sounds of Heimat ber-gendre dokumenter, berdurasi 93 menit. Heimat sendiri menurut buku panduan yang saya baca merupakan kata unik yang sulit diterjemahkan secara tepat. Ia bisa berarti kampung halaman, asal-usul, jati diri, bahkan bisa diartikan aroma, kenangan didapur, suara, melodi atau hembusan angin yang mengingatkan pada kampung halaman.

Dengan apik Arne Birkenstock dan Jan Tengeler sutradara Film Dokumenter perjalanan Chisholm merangkai scene yang menunjukkan landskap pedesaan yang damai, pembicaraan yang intim dan hangat, senyuman, ekspresi, suara pepohonan, suara Saxophone. Seakan menunjukkan pada penonton arti dari Heimat itu sendiri.

Dalam perjalanan pulangnya, Chisholm berjalan kaki sambil mendendangkan lagu tradisional yang ia pelajari dari salah satu seniman yang ia temui. Berjalan di jalan raya, Chisholm dengan bangga terus berdendang ditengah kerumunan dan teriakan suporter Bola, berjalan membelah kerumunan dengan arah berlawanan.

Arne Birkenstock dan Jan Tengeler seakan menunjukkan bahwa inilah musik tradisional Jerman di tengah gemuruh zaman.

___
Palu, 9 Juli 2013

Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment