Tuesday, July 9, 2013

Die Farbe des Ozeans: Empati yang tak terjelaskan


Empati dan rasa kemanusiaan, dua pesan kuat yang saya tangkap saat menonton film Die Farbe des Ozeans pada hari ke 2 festival film Jerman di gedung Madamba Pura RRI, Palu. Empati dan rasa kemanusiaan yang diharapkan dari polisi perbatasan, dari nelayan, dari pelancong, dan dari warga kepulauan Kanaria sendiri.

Die Brücke am Ibar: Tak ada tempat untuk cinta


Die Brücke am Ibar adalah menu film pertama yang saya tonton pada festival film Jerman yang diselenggarakan oleh Goethe Institute di Palu, akhir bulan lalu. Adalah Michaela Kezele, sutradara berdarah Serbia-Kroasia yang mencoba mengangkat kisah tentang persahabatan, cinta, dan kemanusiaan yang berlatar perang antara Serbia dan Albania pada tahun 1999.

Saounds of Heimat: Lebih dari sekedar informasi unik


Mengapa orang Jerman sudah semakin jarang bernyanyi? Ke mana saja semua lagu rakyat Jerman? Pemain musik Hayden Chisholm, orang Selandia Baru keturunan Skotlandia, berkeliling Jerman untuk mencari jenis musik yang rupanya hilang dari perbendaharaan orang Jerman: Musik rakyat sejati. Film perjalanan ini membawa Hayden dari Köln ke Bavaria, ke kawasan Vogtland dan Erzgebirge, ke tempat peringatan Buchenwald dan ke Flensburg.

Sunday, February 3, 2013

Kecuali




Kecuali senja
Siang akan iri
Kecuali pantai
Ombak tentu tersenyum

Friday, February 1, 2013

Merapi Tak Pernah Hilang


Terakhir kali aku mengecup bibirmu saat kau masih tertidur pagi ini
Terakhir kali aku memandangi dalamnya samudra di matamu saat kau sibuk menjelaskan arah jalan ke halte bis.

Tuesday, January 29, 2013

Freezy Jogja


Siang ini matahari Jogja menyengat, angin terasa berat berputar.
Angin, air, batu, bukit, tanah, pasir, pantai. Senyum yang mampu membuat kita lebur seketika, kerling yang dapat mengentikan denyut jantung. Semua suka telah terkuras, semua tawa telah menguap, tersapu remang malam Jogja, menyisa siang yang penat.

Friday, January 4, 2013

Cocologi Avatar: Renungan Tahun Baru


Menonton film avatar pada sebuah stasiun TV swasta di malam tahun baru menjadi satu perenungan tersendiri. Meski saya telah beberapa kali menonton film ini, namun baru kali ini saya memantapkan niat untuk menuangkannya dalam tulisan.