Saat kerumunan awan masih menggelayut di ujung langit
Dan garis batas pelangi belum sepenuhnya tegas
Kau hadir
Kemunculanmu di sore yang masih ku anggap biasa itu
Ajaib
Pekikanmu melengking, menyentak sadar yang masih ragu
Mendesak butiran merjan yang selanjutnya dengan hebat ku lawan
Kau
Adalah makna baru yang belum sepenuhnya ku pahami
Apalagi ku mahiri






