Friday, June 9, 2017

DEJAVU RIZIEQ SHIHAB




Hari ini pendukung Rizieq Shihab melakukan aksi 96 bertemakan “Bela Ulama” di Masjid Istiqlal, Jakarta. Mereka menamakan diri Alumni 212. Menarik bukan? Ah, mereka memang paling ahli mencomot-comot istilah dan mencari-cari nomor cantik. Tidak terbayang kalau angkanya “69” maka balik-membaliklah semuanya..
Hehe…


Pagi hari, koordinator aksi Idrus Sambo berharap aksi kali ini akan dihadiri 500 ribu sampai 1 juta peserta. “Bandung, Medan dan lain-lain sudah on the way” katanya. Sebenarnya aksi ini belum mendapat izin dari kepolisian dan pengurus masjid, karena alasan ketertiban ibadah dan adanya agenda rutin Pengajian bulan Ramadhan di dalam masjid.

Tapi Idrus Sambo ngotot ingin menggelar aksi bahkan akan berusaha masuk ke dalam masjid. “Kenapa sih kita tidak boleh di dalam? Ini lebih penting, ini agendanya bela ulama, bela Islam. Agenda tausiah itu bisa digeser nanti.” 

Bagi mereka yang belum dapat info, pasti penasaran apa sebenarnya agenda aksi yang sepertinya sangat penting ini. Menurut Idrus Sambo aksi ini akan menggelar orasi disertai tausiyah, zikir, tak lupa pula pekikan Takbir dan acara pamungkas Launching Panitia NASIONAL Penjemputan Rizieq Shihab

Keren kan?  
Launching Penjemputan bro! 
Panitia NASIONAL....
Akan ada pagar betis di sepanjang jalan dari bandara, katanya. 

Sudah bisa dibayangkan hebohnya? Saya membayangkan Rizieq berada dalam Pajero Sport putihnya melambaikan tangan kearah pendukungnya yang berbaris di pinggir jalan sambil melambaikan bendera FPI dan [kira-kira bendera apa ee]….



Merasa tidak asing dengan kasus cabul dan acara sambutan seperti ini?
Merasa Dejavu

Tenang itu bisa dimaklumi. 


Balada cinta ini memang bisa membuat kita Dejavu, mirip-mirip dengan kisah video mesum artis wanita dan vokalis band pria yang dulu itu. Kejadiannya mirip-mirip. Sang laki-laki yang vokalis - dan memang vocal berteriak-teriak - memiliki banyak penggemar fanatik.

Keduanya juga memiliki prosesi penjemputan yang heboh. Ingat kan bagaimana hebohnya penggemar saat menyambut idolanya yang keluar dari jeruji tahanan? Itu mesti dilakukan untuk mempermak image sang tokoh yang memang sudah bopeng sana sini. Bagi produser, penjemputan ini sangatlah penting bahkan harus didanai, dengan harapan penggemar bisa kembali, dan sang vokalis bisa menjadi mesin uang lagi.

Meskipun terkesan dipaksakan, sampe ada yang sedu sedan menangis sedih dan pilu, tapi itulah satu-satunya cara agar sang vokalis bisa diterima oleh industri musik. Tanpa penyambutan seperti itu, habislah karir sang idola.

Bedanya dari kedua kasus ini, sang vokalis band masih punya keberanian menghadapi kasusnya, sementara Rizieq Shihab memilih mengungsi ke luar negeri dengan berbagai alasan seperti umrah, setelah itu menengok cucunya yang akan lahir dan belakangan untuk menyelesaikan studi. 

Mirip koruptor, kalau sudah merasa terancam, mendadak sakit dan berobat keluar negeri. Bisa dibayangkan kalau semua tersangka kasus hukum boleh mengelak dengan alasan yang sama. Tito Karnavian bisa pusing tujuh putaran lalu jatuh di lap terakhir.

Baca Juga: HABIB "R"

Begitulah aksi hari ini berlangsung, begitu heboh, begitu bersemangat. Saya terus terang salut dengan militansi para pendukung fanatik ini, di bulan puasa yang terik seperti ini masih sanggup demo. Sementara junjungan yang mereka bela malah kabur dan sekarang mungkin lagi duduk nyaman di ruang ber-AC hotel bintang lima kompleks masjidil haram dengan sewa kamar hingga 15 juta per hari.

Tapi apa anda tau berapa orang sebenarnya yang hadir dalam aksi Bela Belaan itu?

Di-gugling sendiri lah kan!

Dan disaat saat men-gugling seperti ini aku jadi rindu lirik lagu:
Biar Sally mencariku
Biarkan dia terbang jauh
Dalam hatinya hanya satu
Jauh hatinya hanya ku

Salam Noah
[bisa juga Piterpen hehe...]

Tinggede, 9 Juni 2017
15 Ramadhan 1438 Hijriah

Gambar dari sini dan sini
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment