Monday, March 6, 2017

Kursus Ego ala Jokowi



Jokowi memberi pelajaran penting bagi Negara Arab yang dikuasai klan keluarga Saudi. Saat menyambut keluarga raja yang kaya raya tersebut Jokowi rela kehujanan asalkan tamunya yang sudah uzur bisa nyaman. Suatu hal yang jarang dilakukan seorang pemimpin sebab ego pemimpin biasanya akan memanfaatkan bawahannya untuk melakukan hal-hal teknis, seolah itu hal yang hina jika ia lakukan sendiri.

Saat makan bersama Jokowi juga tak canggung-canggung membuat Vlog dengan merekam aktifitasnya bersama sang raja menggunakan HP pribadinya. Ini hal mengejutkan, sebab banyak orang yang menganggap hal konyol seperti ini tak pantas dilakukan seorang pemimpin apalagi bersama seorang raja. Tapi ia melakukannya. Dari jejeran nama mantan presiden RI, mungkin cuma Soekarno dan Gus Dur yang cukup gila untuk mau melakukan hal serupa. 

Puncaknya saat penanaman pohon di Istana Negara sebagai simbol hubungan RI-Arab Saudi. Ketika sampai di depan lubang penanaman, Jokowi spontan berinisiatif mengangkat sendiri pohon yang akan ditanam kedalam lubang. Hal ini membuat Paspamres panik dan berlari untuk menolong, sementara Raja Salman menyaksikan kejadian ini di depan matanya. 

Ada banyak hal memang yang mengiringi kedatangan raja Saudi, ada perubahan orientasi ekonomi dunia termasuk Arab Saudi, ada investasi triliunan, ada promosi wisata, ada perbaikan hubungan baik. Tapi saya lebih tertarik melihat tingkah Jokowi dalam menyambut raja Salman. 
Sebagian mungkin berpendapat Jokowi terlalu lebay, atau Jokowi melakukan itu demi uang triliunan. Terserahlah, yang jelas dalam perkembangan ekonomi global kekinian, Indonesia menjadi Negara penting di mata Arab Saudi, jika tidak dikatakan Saudi butuh Indonesia. 

Lagi pula Jokowi bukan hanya kali ini bertingkah “konyol”. Kita tentu masih ingat bagaimana ia melakukan kunjungan tugas menggunakan sarung, ikut lomba panahan atau aksi memegang payung sendiri yang sempat heboh. Bagi presiden yang dulu disebut ndeso ini, hal tersebut biasa saja. Saudi bahkan bisa belajar dari Jokowi, bahwa ego seorang pemimpin tak lantas membuatnya menjadi orang yang suka ngebosi, perintah sana-sini, tunjuk sana-sini seperti lirik lagu Raja milik Rif.


Toh, nabi Muhammad juga memuliakan tamunya, menjahit sendiri pakaiannya yang robek dan sering turun kedapur membantu istrinya memasak. Toh juga khalifah Umar bin Khattab memikul sendiri sekarung gandum untuk keluarga miskin yang kelaparan. 
Melihat Jokowi saya teringat Gud Dur, sepertinya dua tokoh ini semakin mirip. Sama-sama nyentrik. Gus Dur nyentrik dengan kebijakan dan pernyataanya, sedang Jokowi meski tidak secerewet Gus Dur, ia nyentrik dengan kebijakan dan tingkah lakunya.

Salute Pak!
Setidaknya anda telah mencoba mengenalkan Indonesia, menunjukkan bagaimana menjadi pemimpin di negara demokrasi kepada keluarga kerajaan.

Kursus yang hebat.
Meskipun tidak punya basic pendidikan, anda telah menerapkan pembelajaran metode demonstrasi dengan sangat baik tanpa menggurui. 

SALUTE

Palu, 6 Maret 2017
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment