Saturday, February 4, 2017

Perbanyaklah Yoga Pak BEYE



Terus terang saya merasa sedih melihat pak Beye curhat di tipi kemarin. Seorang mantan Presiden curhat seperti itu, saya tidak sanggup melihatnya. Saya kira pak Beye sudah belajar dari pengalaman sebelumnya, bahwa semakin anda curhat, semakin anda di bully. Ternyata pak Beye masih belum belajar juga.

Pak Beye merasa risih dengan kabar di pengadilan Ahok bergulir isu penyadapan terhadap telpon pak Beye. Pak Beye ingin ini diusut tuntas, bahwa hak privasi pak Beye sudah dilanggar. Pak Beye bahkan meminta Presiden Jokowi menuntaskan kasus penyadapan ini.

Tolonglah pak Beye. Dalam sidang itu kan Pak Maruf Amin menyatakan tidak pernah berhubungan dengan anda, terus kenapa anda malah mengaku disadap. Apa itu berarti percakapan itu memang ada dan pak Maruf berbohong.

Terus pak Beye juga curhat belakangan ini sering kena fitnah. Katanya menjadi aktor di balakang layar, dan mendanai aksi massa yang turun demo. Olehnya pak Beye ingin menjelaskan fitnah tersebut pada Presiden Jokowi.
Tolonglah pak Beye, itu kan hoax yang beredar, tidak jauh beda dengan gambar ular raksasa di pedalaman Kalimantan, atau foto awan berdoa, atau klik like dan ketik “46” lihat apa yang terjadi. Itu hoax, pak Beye sendiri kan bilang itu hoax. Tolonglah, saya itu kasihan melihat bapak, bawaannya mewek terus.

Kalau bapak merasa tidak bersalah ya tidak usah digubris. Apalagi minta Jokowi turun tangan, malu-maluin kata orang Jakarta. Apa pernah Jokowi menyinggung fitnah tentang pak Beye. Tidak kan, karena itu hoax, menanggapi itu dengan serius sama saja kita termakan hoax.
Terus pak Beye juga curhat, katanya ketemu Jokowi susah, katanya ada yang menghalangi. Tolonglah pak, kasihan nama baik anda. Jangan terlalu Baper. Contohlah mantan presiden lain, kalau mau ketemu, ya langsung saja ke Istana. Lihat saja pak Habibi dan pak Try Sutrisno mantan wakil presiden, mereka mengajukan permohonan audiens dan langsung ditanggapi.Gampang toh, iya toh.

Contohilah para mantan yang tidak banyak komen di ruang publik. Mereka menjaga kehormatannya, mereka pernah merasakan jadi presiden. Johan Budi, Jubir Istana kan sudah bilang, Jokowi tidak pernah menolak kunjungan atau dialog dengan pejabat Negara, apalagi anda mantan presiden. Anda itu mantan presiden loh Pak. Sedangkan mantan napi seperti Antasari Azhar saja bisa, kenapa bapak tidak.

Atau bapak yang sungkan, jaim, tidak mau berinisiatif duluan. Ah sudahlah pak, saya rasa anda bukan lagi anak semester 1, kalau sudah jadi mantan, bawaannya baper. Mau ketemuan saja ribetnya minta ampun. Sementara doski sendiri biasa-biasa saja. Ayolah pak, Cinta saja mau korban perasaan saat ketemu Rangga di warung kopi.

Terus terang saya merasa sedih melihat situasi anda saat ini pak Beye. Jangan sampai orang jadi beranggapan ini strategi playing victim anda lagi dalam menarik simpati untuk ananda tersayang. Dulu strategi itu masih efektif, tapi sepertinya sekarang tidak lagi pak.
Kalau bapak terus-terusan baper seperti itu, apa boleh bikin, saya akan menyarankan banyak-banyak berzikir pak, tenangkan diri, ini sudah bukan masa anda lagi. Kalau perlu ambil kursus privat untuk Yoga, katanya itu bisa membuat tidur pulas, meningkatkan kebahagiaan, dan memperpanjang usia.
___
Palu, 4 Februari 2017 
Gambar dari singindo.com
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment