Thursday, January 8, 2015

Rastafarian dan Ajarannya


Rambut gimbal, kombinasi warna merah kuning hijau, hingga daun ganja, symbol-simbol ini sering diidentikkan dengan Rastafarian atau biasa disebut rasta. Apa sebenarnya pengertian rasta dan bagaimana hubungannya dengan Reggae.


Menurut saya perkembangan musik Reggae tidak akan sepesat sekarang tanpa adanya gerakan Rastafarian. Semua berawal saat Marcus Garvey, aktivis kulit hitam Jamaika melontarkan gagasan “Afrika untuk Bangsa Afrika…”. Seperti diketahui bahwa sebagian besar penduduk Jamaika adalah orang Afrika yang dibawa paksa oleh kolonial Inggris untuk bekerja paksa disana.



Garvey yang kemudian menjadi pahlawan nasional Jamaika, menyerukan gerakan repatriasi atau pemulangan kembali masyarakat kulit hitam ke Afrika. Pada tahun 1929 Garvey meramalkan datangnya seorang raja Afrika yang menandai pembebasan ras kulit hitam dari penindasan kaum Babylon (istilah dalam Alkitab) yang mereka pakai untuk menyebut penjajah kulit putih.

Setahun kemudian, yakni 1930, Haile Selassie atau Ras Tafari Makonnen dinobatkan sebagai raja Ethiopia. Para pengikut ajaran Garvey menganggap Ras Tafari sebagai titisan Tuhan atau sering disebut Jah (Jehovah), sosok pembebas yang telah diramalkan. Mereka juga menganggap Ethiopia sebagai tanah harapan (Zion) bagi warga kulit hitam di dalam maupun luar Afrika.

Pada tahun 1967 setahun sebelum kelahiran Reggae, Bob Marley yang meyakini Ras Tafari akhirnya mengambil peran sebagai corong untuk mengkampanyekan nilai dan cita-cita Ras Tafari dalam lagunya. Bob Marley dan para pengikut ajaran Garvey akhirnya menamakan dirinya Rastafarian atau Rastaman.
Adapun trend rambut gimbal, kombinasi warna merah kuning hijau dan ganja, akan saya jelaskan dalam tulisan selanjutnya Reegae, Bob Marley, dan Rastafarian.








Tema Lirik

Dalam hal karakter musik, Reggae memiliki beberapa kesamaan dengan Rocksteady bahkan dengan Ska, namun perbedaan menonjol adalah tema yang diangkat. Saat kelahirannya, situasi sosial, ekonomi, dan politik di Jamaika sedang memburuk. Hal ini mendorong bangkitnya gerakan rasta dalam masyarakat kulit hitam di Jamaika. Reggae pun menjadi alat perjuangan bagi mereka. Bob Marley sebagai tokoh sentral saat itu dijadikan sebagai “nabi” yang menyampaikan pesan perjuangan lewat lagu-lagunya.

Penggemar lagu Reggae saat ini banyak mengidentikkan Reggae dengan pesan damai, anti kekerasan, seperti yang tergambar dalam klip lagu One Love di youtube. Dalam beberapa hal memang benar, namun jika dilihat dari perkembangan awalnya semangat Reggae lebih dari itu, ia bahkan menjadi alat propaganda dan pembakar semangat pemberontakan rasta saat itu.

Jika Jazz dan Blues yang lahir di Amerika sekitar tahun 1890-an sebatas menyuarakan penderitaan dan keluh kesah bangsa kulit hitam, maka Reggae lebih dari itu. Tak heran jika sebagian besar lagu Bob Marley memiliki semangat perjuangan dan pemberontakan.
Berikut saya kutip potongan lirik lagu Africa Unite:

Africa unite:
'Cause we're moving right out of Babylon,
And we're going to our Father's land, yea-ea.

How good and how pleasant it would be before God and man, yea-eah! -
To see the unification of all Africans, yeah! -
As it's been said already, let it be done, yeah!
We are the children of the Rastaman;
We are the children of the Iyaman.

So-o, Africa unite:
'Cause the children want to come home.


Atau yang lebih tegas lagi lirik lagu Babylon System:

We refuse to be what you wanted us to be;
We are what we are: That's the way it's going to be.
If you don't know! You can't educate us
For no equal opportunity: Talking about my freedom, People freedom and liberty!

Yeah, we've been trading on the winepress much too long:
Rebel, rebel!

Babylon system is the vampire,
Sucking the children day by day, yeah!
Sucking the blood of the sufferers, yea-ea-ea-ea-e-ah!
Building church and university, wo-o-ooh, yeah! -
Deceiving the people continually, yea-ea!
Me say them graduating thieves and murderers;

Tell the children the truth;
Tell the children the truth right now!
Come on and tell the children the truth;
Tell the children the truth;




Bob Marley memang tidak bisa dipisahkan dari sejarah perkembangan Reggae. Olehnya untuk memahami roh dari Reggae kita bisa mengikuti perjalanan Bob Marley, perjuangannya dan pesan kemanusiaannya. Karena topik ini membutuhkan bahasan khusus maka hubungan antara Reggae, Rasta dan Bob Marley akan dibahas lebih jauh dalam tulisan selanjutnya: Reegae, Bob Marley, dan Rastafarian.


_____
Bandung, 12 Desember 2012


Gambar: pinterest.com, melekmediahouse, books.simonandschuster, imgkid.com

Tulisan Terkait:
Reggae: The Beatles, Leonardo Dicaprio, hingga Akon
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment