Monday, April 9, 2018

HARAPAN ITU



Kali ini saya akan membahas harapan hingga tahun 2030. Kenapa tahun ini saya pilih, karena beberapa hari terakhir angka ini jadi trend perbincangan. Mirip-mirip tahun 2012 lalu, dimana masyarakat sempat heboh dengan prediksi kiamat. Ternyata kehebohan itu sengaja di-setting untuk menyambut peluncuran film 2012 yang menceritakan kiamat, dan memang film ini sukses memanen penonton yang sudah terlanjur penasaran. 

Tahun 2030 nanti ada prediksi bahwa negeri ini sudah bubar. Tidak ada lagi.
Prediksi ini ada dalam novel fiksi berjudul Ghost Fleet karangan orang Amerika.

Untuk merespon penulis novel itu saya membuat tulisan ini, agar kita bisa terus bermimpi dan berkeinginan, dan juga agar teman saya seorang tenaga ahli pendamping desa tidak ragu untuk terus mengembangkan usaha cafenya.

Kenapa kita patut optimis?


Pertama, dalam beberapa tahun terakhir negeri ini terlihat beranjak bangkit dari tempat duduknya. Infrastruktur menjadi penandanya. 

Bayangkan saja jalan tol baru hingga 2017 sudah rampung sepanjang 568 kilometer. Padahal di usia ke 69 tahun, negeri ini baru bisa membangun 780 kilometer jalan tol hingga tahun 2014 lalu. Selain embangunan tol, negeri ini juga merintis jalan baru di daerah perbatasan yang selama ini dikenal menyedihkan. 

Beberapa pembangunanya adalah jalan perbatasan Kalimantan yang mencapai 1.587 kilometer dan jalan perbatasan Papua yang sudah tembus 8.058 kilometer.

Selanjutnya bandara, dalam proyek strategis nasional ada 8 bandara yang akan dibangun, tapi selain target tersebut, banyak pula bandara rintisan di daerah terpencil yang dilakukan. Papua contohnya, pergerakan pesawat di Bandara Sentani naik dari 19 menjadi 32 pergerakan per jam. Artinya akses udara ke Papua semakin terbuka.

Untuk listrik, sudah beroperasi 1.362 MW, memang masih jauh dari target 35 ribu MW, tapi setidaknya pembangunanya sudah jalan.

Dalam proyek strategis nasional terdapat beberapa target pembangunan infrastruktur, diantaranya pelabuhan, kereta, perumahan, bendungan, irigasi, hingga industri pesawat. 

Tentu saya tidak lagi membahas pentingnya infrastruktur. Kita semua pasti setujulah tanpa infrastruktur negara ini akan jalan ditempat. Tomat saja akan busuk kalau tidak cepat sampai di pasar. Orang juga tidak mau bangun rumah di tengah lokasi yang tidak ada akses jalan masuknya. Membangun sebuah keluarga saja orang akan memikirkan rumah dulu. Kalau pun belum bisa bangun sendiri, setidaknya berpikir mau numpang di mana untuk sementara, kan?

Memang hasilnya akan dirasakan dalam 5 sampai 10 tahun kedepan, belum bisa dirasakan sekarang, tapi harus tetap dikerjakan. Mau ditunda pembangunannya juga tidak mungkin, semakin lama ditunda harga tanah semakin naik, harga bahan bangunan semakin mahal. Biaya pembangunan tahun ini tidak akan sama dengan biaya pembangunan tahun depan, apalagi 5 tahun kedepan.

Jadi, untuk teman saya yang sedang mencari tempat baru untuk menambah usaha cafenya, silahkan saja, tidak usah khawatir dengan ramalan 2030. Insya (maaf tidak pake –shaa) Allah negeri ini masih ada, bahkan pelanggan cafe akan terus bertambah.

Yang kedua kenapa kita optimis negeri ini akan bertahan, karena saat ini negara tetangga sudah tidak berani macam-macam. Dulu negara tetangga suka cari gara-gara. Di laut saja sempat main senggol-senggolan kapal perang. Saat ini sudah berbeda, kapal negara sebesar China saja sempat ditembak oleh kapal perang kita di laut Natuna.

Kapal pencuri ikan juga sudah berpuluh jumlahnya ditenggelamkan. Negeri ini juga sudah berani mengeluarkan peringatan kepada pemerintah Australia agar tidak main-main dengan perbatasan. Pintu gerbang perbatasan darat juga didandani sedemikian rupa agar negara tetangga tidak lagi menganggap remeh kita.

Di Papua, PT. Freeport yang memiliki jumlah produksi emas terbesar dunia, dipaksa untuk merelakan sebagian besar sahamnya untuk dimiliki negeri ini. Padahal sejak Soeharto memasukkan perusahaan ini ke Papua, tidak satupun kebijakan yang berani mengganggu mereka.

Jadi, bagi generasi baru negeri ini, tak perlu cemas, lanjutkan saja pelajaran kalian, tetaplah ke sekolah, pelajari kenapa Einstein sempat dianggap bodoh oleh gurunya, kenapa Newton kecil tertarik dengan kompas, kenapa ia tidak becus mengurus ternak dan lahan pertanian, atau kenapa Van Gogh, pemilik lukisan termahal dunia itu justru hidup miskin hingga akhir hayatnya. Pelajarilah semua hal yang baik untuk pengembangan diri. Yakinlah akan banyak hal menarik yang menanti kalian di 2030 nanti.

Tanpa tulisan ini pun lembaga riset independen internasional sudah memprediksi perkembangan Indonesia kedepan. Sebut saja PricewaterhouseCoopers (PwC) yang tahun lalu mengeluarkan prediksi bahwa Indonesia akan masuk peringkat 4 dunia setelah Amerika di peringkat ke 3. Indonesia mengalahkan Jepang yang berada di posisi ke 8 bahkan mengalahkan Rusia di posisi 6. 

Di tahun 2015, Economist Intelligence Unit, sudah duluan memprediksi hal serupa, bahwa perekonomian Indonesia akan menempati urutan ke 4. Sekali lagi, ini kata lembaga riset internasional yang memakai data yang terukur, lembaga yang menjadi rujukan negara-negara besar di dunia, bukan novel fiksi. 

Utang. 
Saat ini, orang ramai membicarakan utang negeri ini yang menembus 4 ribu triliun. 
Ah, kita bahas setelah ini saja, tulisan ini khusus untuk harapan.

Untuk generasi hari ini, sekali lagi jangan terlalu cemaslah, silahkan bangun mimpi dan cita-cita kalian, negeri ini masih akan berdiri sampai 2030, bahkan sampai kiamat yang entah kapan ada prediksinya lagi. 

Saya tidak menyalahkan si "Novel Fiksi" itu yang telah menakut-nakuti kita. Namanya juga Novel pasti fiksi dan tujuannya untuk menghibur. Tapi bagi yang haqqul yakin terhadap prediksi Novel itu, silahkan juga, toh selama ini tidak ada yang larang mama-mama yang mood-nya ditentukan cerita sinetron di tipi.

Terkhusus untuk yang ulang tahun tanggal 8 April kemarin, dan yang baru lahir tanggal 26 Maret lalu, tulisan ini buat kalian. Tahun 2030 nanti adalah tahun emas bagi kalian, karena di tahun itu kalian masih berada diusia produktif, sangat produktif. 

Tak sabar ingin lihat kalian di masa itu, kalau Allah membolehkan.
___
Palu, 9 April 2018
Gambar dari sini
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment