Friday, September 4, 2020

NYERI SENDU


Awal September senduku nyeri
Begitulah musim penghujan tahun ini menyapaku

Di cela rintik yang gemas, tawa itu lamat-lamat terdengar 

Berbisik di atas atap lalu jatuh dalam rupa merjan yang berkilau

Pecah memercik di atas kau, kenangan yang tetap saja masih kusut menumpuk


Maka kuseduh teh diujung sore ini berharap bisa melarutkan gerutuku

Waktu memang tak pernah benar-benar beres menuntaskanmu 


Lalu mulailah kuyakini 

Rindu itu, ikan yang mendekap bayi dalam mulut

Mendendam lagi bisu

Rendah diri selalu gagal menyangkal asa yang malu-malu


Saat aroma tanah mulai mengangkasa di teras ini

Aku membiru 

___

Tongoa, 7 Agustus 2020

Gambar: Koleksi Pribadi

2 comments: